Chapter 6 dan 7 Perencanaan Sistem Kompensasi
Kompensasi merupakan bagian dari jumlah paket remunerasi yang di berikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan bagi nilai penggunaan tenagaatau jasa dan pikiran. Sedangkan menurut (Werther dan Davis, 1996) menyatakan bahwa kompensasimerupakan suatu imbalan yang dipertukarkan bagi pekerja atas kontribusinya kepada organisasi. Kompensasi terdiri dari tiga bagian yaitu:
- Kompensasi finansial langsung yaitu kompensasi yang berupa tunaiyang dapat diterima langusng oleh karyawan contohnya upah, gaji, bonus (THR), insentif, dan benefit (tunjangan makan, tunjangan transportasi, tunjangan jabatan, lembur, tunjangan perumahan, tunjangan penempatan, tunjangan keahlian).
- Kompensasi finansial tidak langsung, contohnya asuransi Kesehatan, cuti dan libur.
- Kompensasi non finansial contohnya promosi jabatan, tempat kerja yang nyaman, pengaturan jam kerja yang fleksibel, pelatihan dan pengembangan, karir yang menjanjikan.
Tujuan Kompensasi
- To Attract ➜ Kompensasi ditujukan untuk menarik karyawanterbaik (best talent). Karyawan akan tertarik bekerja diperusahaan karena bayaran/balasan yang diterima sesuai dengan apa yang ia berikan kepada perusahaan.
- To Retain ➜ Kompensasi yang diberikan bertujuan untuk mempertahankan karyawan. Karyawan tidak akan mudah untuk keluar dariperusahaan jika balasan yang ia terima setimpal dengan apa yang ia keluarkan.
- To Contain (Personal Cost) ➜ Jumlah total kompensasi yang diterima dapat memenuhi biaya pengeluaran yang ditanggung karyawan.
- To Motivate ➜ Kompensasi dapat mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam memajukan perusahaan.
- To Comply (Manpowerpolicy/Regulation) ➜ Sistem upah dan gaji yang baik harus mempertimbangkan tantangan hukum yang ditetapkanoleh Pemerintah dan memastikan kepatuhan pemberi kerja. Mereka tidak dapat dengan bebas merancang paket pembayaran kompensasi, paket tersebut harus dirancang berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Aspek Kompensasi
- Internal Equity ➜ Keadilan internal yang ditetapkan dalam pemberian kompensasi yaitu pekerja yang berbeda pekerjaan dan jabatan dalam perusahaan yang sama akan berbeda dalam pemberian kompensasi karena adanya perbedaan dari analisis pekerjaan, deskripsi pekerjaan, evaluasi pekerjaan dan struktur gaji.
- External Competitiveness ➜ Kompensasi dirasa adil diberikan mengikuti perkembangan kompetitif pasar. Sebagai contoh karyawan A seorang manajer di salah satu perusahaan secara tidak langsung bayarannya dibandingkan dengan karyawan B yang mempunyai jabatan manajer pula di perusahaan lain. Untuk itu perlu dilakukan survey gaji, survey benefit, harga pasar dan pembanding lainnyaagar dapat diberikan imbalan yang sesuai.
- Employee (Individual Contribution) ➜ Pekerjaan, jabatan sama, perusahaan sama namun berbeda jabatan. Kompensasi yang diberikan dinilai berdasarkan kinerja, usaha, dan masa kerja.
- Company’s Affordability ➜ Pemberian kompensasi harus didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam membayar. Kemampuan ini disesuaikan dengan kinerja bisnis perusahaan.
- System Administration (Process) ➜ Pemberian kompensasi juga disesuaikan dengan sistem administrasi yang meliputi rentang/sktruktur gaji.
Sistem Kompensasi yang Kompetitif
Disimpulkan bahwa pemberian kompensasi mempertimbangkan kriteria-kriteria tersebut, disingkat menjadi 3P antara lain Pay for Performance (bayaran berdasarkan kinerja), Pay for People (bayaran berdasarkan kompetensi), dan Pay for Position (bayaran berdasarkan posisi/peran pada pekerjaan). Kriteria diatas menjadi dasar bagi pengusaha untuk merancang sistem kompensasi secara internal.
Sistem Kompensasi Konsisten Secara Internal
Sistem kompensasi yangkonsisten secara internal menentukan nilai relatif setiap pekerjaan di dalam perusahaan. Perusahaan mengandalkan prinsip sederhana, namun mendasar untuk membangun sistem kompensasi yang konsisten secara internal.Pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi lebih tinggi, lebih banyak tanggung jawab, dan tugas yang lebih kompleks harus dibayar lebih daripada pekerjaan dengankualifikasi lebih rendah, tanggung jawab lebih sedikit, dan tugas pekerjaan yang kurang kompleks. Struktur kerja yang konsisten secara internal memungkinkan manajer kompensasi untuk menetapkan pembayaran yang sesuai.
Gusti Pangestu
1710111136
PSDM E

Komentar
Posting Komentar